Rusia Ngotot Ogah Tinjau Ulang Keputusan Penangguhan Perjanjian Nuklir New START, kecuali ...

Umaya Khusniah
Rusia bersikukuh tidak akan meninjau ulang penangguhan perjanjian senjata nuklir New START dengan AS. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Rusia bersikukuh tidak akan meninjau ulang penangguhan perjanjian senjata nuklir New START dengan Amerika Serikat (AS). Namun hal itu bisa berubah jika AS mengubah kebijakannya terhadap Ukraina

"Sampai Amerika Serikat mengubah perilakunya, sampai kami melihat tanda-tanda akal sehat dalam apa yang mereka lakukan sehubungan dengan Ukraina... -diperiksa," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov seperti dilansir dari Interfax, Rabu (1/3/2023). 

Perjanjian New START ditandatangani pada 2010 oleh presiden saat itu, Dmitry Medvedev dan Barack Obama. Perjanjian itu akan membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan masing-masing pihak. Itu didukung oleh sistem inspeksi timbal balik dan pertukaran data.

Perjanjian tersebut merupakan yang terbaru dalam rangkaian upaya yang terjadi lebih dari setengah abad untuk menghentikan perlombaan senjata Perang Dingin antara Washington dan Moskow. New START akan berakhir pada tahun 2026.

Analis militer mengatakan kegagalan untuk memperbarui perjanjian itu akan meningkatkan risiko nuklir pada saat konfrontasi yang meningkat atas konflik di Ukraina.

Presiden Vladimir Putin mengumumkan Moskow menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan itu pekan lalu. Dia juga menuduh AS mencoba untuk menciptakan kekalahan strategis pada Rusia di Ukraina. 

Pada Selasa (28/2/2023), Putin resmi menandatangani UU penangguhan perjanjian tersebut. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Bahlil Ungkap Perbandingan Waktu Impor BBM dari AS dan Timur Tengah: Selisih 20 Hari

Internasional
8 jam lalu

Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak saat Jalankan Misi Serang Iran, 6 Tentara Tewas

Internasional
20 jam lalu

Kapal Induk AS USS Gerald Ford Terbakar saat Jalankan Misi Serang Iran

Internasional
2 hari lalu

Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal