Rusia Respons Tuduhan AS dan Inggris Terkait Uji Coba Senjata Anti-Satelit

Arif Budiwinarto
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) (foto: AFP)

"Tindakan seperti ini mengancam penggunaan ruang angkasa yang damai dan puing-puing menyebabkan risiko bagi satelit di orbit," jelas Kepala Direktorat Ruang Angkasa Inggris, Marsekal Udara Harvey Smith.

Rusia menanggapi tuduhan tersebut dengan menegaskan komitmen Moskow untuk kewajiban pada penggunaan non-diskriminatif dan studi ruang angkasa yang damai.

"Kami menyerukan kolega kami, AS dan Inggris, untuk duduk bersama membahas profesionalisme dan serangan-serangan informasi propaganda," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia dikutip dari AFP, Sabtu (25/7/2020).

Rusia, Inggris, AS dan China merupakan empat dari ratusan negara yang telah berkomitmen pada perjanjian luar angkasa yang menetapkan bahwa antariksa boleh dieksplorasi dengan tujuan murni untuk perdamaian.

Dalam perjanjian itu, disepakati bahwa negara-negara dunia tidak boleh menempatkan senjata atau melakukan uji coba program senjata di orbit atau luar angkasa.

"Uji coba yang dilakukan Kementerian Pertahanan pada 15 Juli tidak menciptakan ancaman bagi peralatan ruang angkasa lainnya dan yang paling penting, tidak melanggar norma atau prinsip hukum internasional," lanjut isi pernyataan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
6 jam lalu

Trump Tiba-Tiba Posting Foto Bersama Kim Jong Un: Kami Akur Sekali!

7 jam lalu

Batas Waktu Gencatan Senjata 60 Hari AS-Iran Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutannya?

11 jam lalu

Trump Sambut Baik Pakta Pertahanan Makkah: Langkah Berani!

12 jam lalu

Perang Iran Tak Kunjung Usai, Negara Teluk Pertimbangkan Usir Pangkalan AS?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal