Rusia Tak Sependapat dengan China soal Tangan Tak Terlihat dalam Perang Ukraina

Anton Suhartono
Dmitry Peskov (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Juru Bicara Kremlin mengomentari pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang soal adanya 'tangan tak terlihat' dalam perang di Ukraina. Dia tak setuju dengan istilah 'tangan tak terlihat' dan menyebutnya sebagai lelucon.

Pernyataan Qin itu merupakan kiasan yang merujuk pada Amerika Serikat (AS) selaku donatur senjata terbesar bagi Ukraina sejak pecahnya perang pada 24 Februari 2022. Qin mengatakan, tangan tak terlihat itu mendorong terjadinya perluasan dan peningkatan konflik serta memanfaatkannya untuk mencapai agenda geopolitik tertentu.

Menurut Peskov, AS bukan lagi tangan tak terlihat karena keterlibatannya dalam perang di Ukraina begitu nyata. Dia pun menyebut pernyataan Qin sebagai lelucon.

"Pada bagian ini kita mungkin tidak setuju dengan sahabat China. Ini tentu saja sebuah lelucon. Anda tahu apa leluconnya, ini bukan tangan yang tidak terlihat, ini adalah tangan Amerika Serikat. Ini adalah tangan Washington," kata Peskov, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/3/2023).

"Washington tidak ingin perang ini berakhir. Washington ingin dan sedang melakukan segalanya untuk melanjutkan perang ini. Ini adalah tangan yang terlihat," katanya, lagi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Lagi, Pesawat Mata-Mata AS P-8A Poseidon Gentayangan Dekat Perbatasan Iran

Internasional
16 jam lalu

AS Tak Ingin Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

Internasional
17 jam lalu

Trump Tunjuk Legenda Tinju Mike Tyson Jadi Duta Makanan Sehat

Internasional
19 jam lalu

Netanyahu Tegaskan Israel Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Saya Sudah Tanda Tangan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal