Salut, Profesor Teknologi Ini Masih Mengajar meski Berusia 100 Tahun

Anton Suhartono
Profesor Yang Enze (Foto: Xinhua)

Sistem yang  mencakup jarak 13,6 kilometer, terdiri dari tiga serat optik yang disatukan oleh splicer. Butuh 3 hari bagi Yang dan para ahli lainnya untuk mengendalikan hilangnya sinyal.

Pada percobaan awal, tiga serat optik itu hanya bisa mencapai jarak 5,5 km, atau kurang 1 km dari target.

"Kami bekerja sepanjang musim panas di lab. Saat itu sedang panas terik di Wuhan, saya terus bekerja, bahkan hampir tidak ada waktu untuk sekadar mengelap keringat," kata Yang.

Proyek ini mulai beroperasi pada akhir 1982, diikuti oleh pembentukan sistem komunikasi optik di banyak kota lain.

Industri komunikasi optik China melihat perkembangan pesat.

Yang diterima di Universitas Wuhan pada 1937 saat Jepang menabrak Jembatan Lugou yang juga dikenal dengan Jembatan Marco Polo pada 7 Juli. Peristiwa itu menandai dimulainya perang Jepang-China selama Perang Dunia II.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

China Boikot Kylian Mbappe gegara Candaan Sebut Mao Zedong Diktator

5 hari lalu

Pemimpin Korut Kim Jong Un Datangi China, Ada Apa?

6 hari lalu

Gempa M7 Tibet China Tewaskan 16 Orang, Xi Jinping Perintahkan Operasi SAR Besar-besaran

7 hari lalu

Breaking News: Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal