Salut, Profesor Teknologi Ini Masih Mengajar meski Berusia 100 Tahun

Anton Suhartono
Profesor Yang Enze (Foto: Xinhua)

Karena perang berkecamuk itulah kampus dipindah ke Provinsi Sichuan pada tahun berikutnya, sebelum Wuhan jatuh ke tangan Jepang

"Ada banyak bom, tetapi mahasiswa tidak akan meninggalkan kelas jika tidak ada suara sirine serangan udara," ujarnya.

Pada saat itu, dia punya keyakinannya bahwa suatu negara membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa bangkit. Yang membangun laboratorium komunikasi optik pertama di Tianjin setelah diundang mengajar di kampus itu pada 1985.

Sejak itu, di bawah pengawasannya, delapan proyek penelitian teknologi tinggi telah dilakukan, dan lebih dari 10 makalah telah diterbitkan di jurnal akademik top China.

Meski punya peran besar dalam membangun teknologi komunikasi China, Yang hidup sederhana. Bahkan dia menyumbang sekitar 500.000 yuan untuk mahasiswa yang membutuhkan dana pendidikan.

Soal rahasia panjang umur, dia menyebut olahraga dan kerja keras merupakan rahasianya. Dia mulai belajar keterampilan komputer di usia 60 tahun dan masih bermain tenis sampai usia 93 tahun.

"Saya sangat menikmati penelitian. Untuk dapat bekerja satu hari lagi, melakukan sesuatu untuk orang-orang, itu adalah makna terbesar dalam hidup saya," tutur Yang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Rusia Bantah Uji Coba Senjata Nuklir pada 2020

Internasional
4 hari lalu

Nah, AS Pastikan Uji Coba Senjata Nuklir Lagi

Nasional
6 hari lalu

Abdul Mu’ti Tekankan 3 Pesan Penting untuk Para Profesor

Internasional
6 hari lalu

Ngeri! Toko Kembang Api Meledak di China jelang Imlek, 8 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal