"Ini adalah tonggak sejarah (milestone) dalam pengembangan budaya China," kata Wali Kota Sanya Chen Ci pada konferensi pers jelang perhelatan Miss World 2003 silam. "Kami memang menghabiskan banyak uang, tapi ada dampak yang sangat besar, ini akan berpengaruh positif bagi masa depan kota, " kata dia.
Chen berharap Sanya bisa menghasilkan USD100 juta dari kompetisi tersebut.Adapun Miss World Organization, pemilik lisensi Miss World, memastikan Sanya akan dinikmati penonton televisi di seluruh dunia yang diperkirakan mencapai 2 miliar orang.
Faktanya, perhelatan Miss World telah meledakkan gairah warga Sanya. Mereka menyambut antusias. Ketika itu spanduk-spanduk bertebaran, terbentang di jalanan yang sibuk, berkibar di tiang lampu, tergantung di depan restoran, bank dan gedung-gedung perkantoran.
"China menjadi tuan rumah adalah kehormatan besar," kata Wang Qiuyan, pekerja yang tinggal di timur Sanya. "Ini menunjukkan bahwa China membuka diri dan bersedia berinteraksi lebih banyak dengan negara-negara lain di dunia."
Antusiasme serupa juga ditunjukkan Du Juan, warga yang bekerja di salon kecantikan. "Saya sangat senang melihat gadis-gadis (kontestan Miss World) itu lewat," katanya."Saya jadi ingin sedikit lebih cantik dari mereka," lanjut dia.