Satelit Korut yang Jatuh ke Laut Ternyata Tak Punya Kegunaan Militer, Korsel Dikibuli Pyongyang?

Ahmad Islamy Jamil
Peluncuran satelit pengintai militer oleh Korea Utara yang berujung kegagalan pada akhir Mei lalu. (Foto: KCNA/Reuters)

Sementara, peneliti di Asan Institute for Policy Studies di Seoul, Yang Uk, juga mengatakan hal yang serupa. “Resolusi perangkat optik yang dipasang di satelit tidak cocok untuk penggunaan militer,” ungkapnya.

Militer Korea Selatan melacak peluncuran kendaraan luar angkasa tersebut dan mengidentifikasi potongan besar berbentuk silinder di dalam air hanya beberapa jam setelah peluncuran. Akan tetapi, objek tersebut tenggelam ke dasar laut. Benda itu dipulihkan dua minggu kemudian.

Bulan lalu, Korea Utara membuat pengakuan publik—yang jarang sekali terjadi—tentang peluncuran satelit yang gagal, dengan mengatakan itu adalah “kegagalan terbesar”. Akan tetapi, Pyongyang kemudian berjanji untuk meluncurkan lagi satelit lainnya.

Korea Utara telah memacu program peluncuran satelit sejak dekade 1990-an. Negara itu berusaha meluncurkan satelit pengintaian pertamanya untuk meningkatkan pemantauan kegiatan militer AS.

Pada 2012 dan 2016, Korea Utara meluncurkan objek yang masih berada di orbit. Pyongyang mengatakan itu adalah satelit observasi, tetapi belum ada konfirmasi bahwa mereka berfungsi atau memancarkan sinyal.

Peluncuran satelit pada 31 Mei itu dikecam secara luas oleh Korea Selatan, Jepang, dan Barat sebagai pelanggaran hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang penggunaan teknologi rudal balistik oleh Korea Utara. Namun, Pyongyang menyebut kritik semacam itu sebagai pelanggaran atas hak kedaulatannya untuk membela diri dan eksplorasi ruang angkasa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

57 tahun lalu

Hong Myung-bo Diteriaki dan Diusir Suporter di Bandara Incheon: Keluar dari Korea, Kembalikan 2 Miliar Won!

57 tahun lalu

TNI: Prajurit Hadir di Ranah Sipil Jangan Buru-buru Dianggap Militerisme

57 tahun lalu

Trump Disebut bakal Perketat Syarat untuk Akhiri Perang Iran, Apa Saja?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal