Sebagian Dana Pemerintah Afghanistan yang Dibekukan AS Akan Diambil untuk Korban Serangan 9/11

Anton Suhartono
Joe Biden dilaporkan akan teken Perintah Eksekutif untuk mengambil sebagian dana Pemerintah Afghanistan yang dibekukan untuk membayar kompensasi korban serangan 9/11 (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kemungkinan akan mengeluarkan Perintah Eksekutif atau instruksi presiden (Inpres) untuk mengambil sebagian dari total dana 7 miliar dolar AS milik Pemerintah Afghanistan yang dibekukan. Seorang sumber pejabat yang mengetahui rencana ini mengatakan, Inpres akan diteken pada Jumat (11/2/2022) waktu Washington DC.

Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan Afghanistan serta sebagai kompensasi bagi korban serangan 11 September 2001 atau 9/11, seperti dikutip dari Associated Press.

Pejabat itu mengungkap, pengadilan AS, tempat korban 9/11 mengajukan tuntutan terhadap Taliban, juga akan mengambil keputusan soal pemberian kompensasi.

Laporan soal Inpres ini pertama kali dikeluarkan The New York Times.

Disebutkan, Inpres mengharuskan lembaga keuangan AS selaku pihak yang membekukan aset untuk memfasilitasi penyerahan 3,5 miliar dolar AS untuk bantuan kemanusiaan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga Afghanistan. 

Sisanya 3,5 miliar dolar AS tetap disimpan dan akan digunakan untuk mendanai proses pengadilan yang masih berlangsung terkait gugatan para keluarga korban 9/11.

Seperti diketahui, aset Pemerintah Afghanistan senilai miliaran dolar AS yang berada di luar negeri dibekukan sejak Taliban merebut pemerintahan pada Agustus 2021. Sebagian besar dari dana yang dibekukan berada di AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Iran Dapat Info Akan Ada Peristiwa Mirip Serangan 9/11 di AS lalu Teheran Dituduh Pelakunya

Internasional
6 jam lalu

Rumah Konsul Jenderal AS di Israel Dihantam Rudal Iran

Internasional
7 jam lalu

Iran Tantang Trump Kirim Kapal Perang AS ke Teluk Persia: Sini kalau Berani!

Internasional
8 jam lalu

Penasihat Trump Klaim Ekonomi AS Tak Terpengaruh Perang Iran: Kita Punya Banyak Minyak!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal