Sebelum Dihukum Mati, Pria Jepang Berjuluk Twitter Killer Pembunuh 9 Orang Ingin Menikah

Anton Suhartono
Takahiro Shiraishi ingin menikah sebelum dieksekusi mati di tiang gantung (Foto: AFP)

Seperti julukannya Twitter Killer, Shiraishi menggunakan akun media sosialnya untuk menjebak para korbannya. Mereka pernah menyatakan ingin mengakhiri hidup dan Shiraishi berjanji akan membantunya.

Pengacara Shiraishi mengatakan hukuman kliennya seharusnya diringankan karena para korban yang meminta sendiri pembunuhan itu, meskipun hasil temuan yang disampaikan hakim bertolak belakang.

Selain membunuh delapan perempuan, Shiraishi juga memerkosa mereka lalu memutilasinya. Potongan tubuh korban termasuk tulang manusia ditemukan di beberapa tempat rumah pelaku, termasuk kulkas. Sementara satu korban pria merupakan kekasih dari perempuan korban pertamanya.

Pembunuhan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2017. Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan hilangnya seorang perempuan.  

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gempa M7,1 Jepang Renggut 28 Nyawa, Korban Terbanyak di Mal dan Pabrik Kertas

2 hari lalu

Sakura Matsuri 2026 Sukses Sulap Kota Jababeka Jadi Little Japan, Intip Keseruannya!

3 hari lalu

Gempa Dahsyat M7,1 Jepang Dirasakan hingga Korea, Gedung-Gedung Berguncang

3 hari lalu

Gempa M7,1 Jepang: Banyak Korban Hilang dan Terjebak, PM Jepang Minta Percepat Pencarian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal