Sebut Taiwan Merdeka dari China, Brand Perhiasan Bulgari Minta Maaf

Anton Suhartono
Bulgari meminta maaf setelah menyebut Taiwan merdeka dari China (Foto: Reuters)

SHANGHAI, iNews.id - Brand perhiasan kelas atas asal Italia Bulgari meminta maaf setelah menyebut Taiwan telah berpisah dari China. Pernyataan itu tercantum di situs web luar negeri Bulgari yang memicu kemarahan netizen China.

Tak pelak, Bulgari dan brand ambassadornya di China menjadi trending topic di platform media sosial Weibo.

Surat kabar pemerintah Global Times langsung mengunggah pesan di akun Weibo bahwa Taiwan wilayah yang tak terpisahkan dari China.

"Taiwan merupakan bagian yang tidak bisa dicabut dari wilayah China dan tidak bisa didaftarkan sebagai negara," demikian pernyataan Global Times.

Sementara itu Bulgari meminta maaf di akun resmi Weibo dengan menyebut pencantuman itu merupakan kesalahan manajemen. Perusahaan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial China.

Bulgari bukan brand asing pertama yang dikecam netizen China terkait isu kedaulatan wilayah. Pada 2019, beberapa brand mewah seperti Versace, Givenchy, dan Coach, dikecam keras karena menyebut Taiwan, Hong Kong, dan Makau, adalah negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
21 jam lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
3 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
5 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal