Sejarah Perang Israel-Lebanon yang Ternyata sudah Berlangsung Puluhan Tahun

Ahmad Islamy Jamil
Asap hitam membubung di pinggiran Aita al-Shaab, sebuah desa Lebanon yang berada di perbatasan negara itu dengan Israel, Sabtu 4 November 2023. (Foto: AP)

1978

Israel menginvasi Lebanon Selatan dan mendirikan zona pendudukan sempit dalam operasi melawan gerilyawan Palestina menyusul serangan para pejuang Palestina di dekat Tel Aviv. Israel mendukung milisi Kristen setempat yang disebut Tentara Lebanon Selatan (SLA).

1982

Israel menyerbu Lebanon hingga ke Beirut dalam sebuah serangan yang diikuti dengan tembakan balasan di perbatasan. Ribuan pejuang Palestina dievakuasi melalui laut setelah pengepungan berdarah selama 10 minggu di ibu kota Lebanon yang melibatkan pemboman besar-besaran oleh Israel di Beirut Barat.

Ratusan warga sipil di kamp pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila dibantai oleh milisi Kristen yang diizinkan masuk oleh pasukan Israel setelah presiden Katolik Maronit Lebanon yang baru terpilih terbunuh oleh bom mobil.

Garda Revolusi Iran (IRGC) mendirikan kelompok bersenjata Syiah Hizbullah di Lebanon untuk melawan invasi Israel.

1985

Israel mundur dari Lebanon Tengah pada 1983 tetapi tetap mempertahankan pasukannya di selatan. Israel menetapkan zona pendudukan resmi di Lebanon Selatan, sekitar 15 km dari perbatasan ke dalam negara itu, dan mengendalikan wilayah tersebut bersama dengan sekutunya, SLA. Hizbullah melancarkan perang gerilya melawan pasukan Israel.

1993

Israel meluncurkan operasi militer baru pada Juli. Pasukan zionis melakukan serangan terhadap Lebanon selama seminggu. Israel mengatakan operasi itu bertujuan untuk menyerang Hizbullah secara langsung; mempersulit kelompok tersebut menggunakan Lebanon Selatan sebagai pangkalan untuk menyerang Israel, dan; menekan Pemerintah Lebanon agar mau campur tangan terhadap kelompok tersebut.

1996

Hizbullah secara teratur menyerang pasukan Israel di selatan Lebanon dan menembakkan banyak roket ke Israel Utara. Israel lalu melancarkan serangan yang disebut “Operasi Anggur Kemurkaan” selama 17 hari yang menewaskan lebih dari 200 orang di Lebanon, termasuk 102 orang yang meninggal ketika Israel menyerang pangkalan PBB di dekat Desa Qana di Lebanon Selatan.

2000

Israel menarik diri dari Lebanon Selatan, menyusul serangan lanjutan terhadap posisi militer Israel di wilayah Lebanon yang diduduki oleh Hizbullah. Peristiwa itu mengakhiri pendudukan zionis selama 22 tahun di wilayah Arab tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Internasional
2 hari lalu

Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat

Internasional
2 hari lalu

Nah, Netanyahu Mulai Waswas dengan Kemajuan Militer Mesir

Internasional
2 hari lalu

Mantan Menhan Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Tak Bisa Pengaruhi Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal