Sejarah Shut Down Pemerintah AS, Paling Banyak Ronald Reagan

Anton Suhartono
Konsep shut down bermula pada 1980-an ketika Kantor Pengacara Umum menafsirkan Undang-Undang Anti-Defisiensi (Antideficiency Act) (Foto: AP)

Dampak Shut Down

  • Pegawai federal: Banyak yang dirumahkan tanpa gaji, meski biasanya menerima pembayaran kembali setelah shut down berakhir.
  • Pelayanan publik: Taman nasional ditutup, visa dan paspor tertunda, hingga penelitian ilmiah terhenti.
  • Ekonomi: Shut down berkepanjangan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi AS dan mengguncang pasar global.
  • Politik: Menjadi ajang tarik ulur antara Presiden dan Kongres, yang sering berakhir pada kerugian reputasi bagi salah satu pihak.

Simbol Kebuntuan Politik

Shut down kini dianggap sebagai simbol kegagalan kompromi politik di Washington. Setiap kali terjadi, rakyat Amerika menanggung ketidakpastian, sementara dunia ikut mengawasi karena kebijakan fiskal AS berpengaruh global.

Ke depan, shut down masih mungkin terjadi selama polarisasi politik di AS tetap kuat. Bagi banyak pihak, fenomena ini menjadi pengingat bahwa stabilitas demokrasi modern pun bisa terganggu oleh tarik-menarik kepentingan politik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

AS Terlibat di Balik Operasi Tewaskan El Mencho, Hubungan Keamanan Meksiko-AS Disoroti

Internasional
13 jam lalu

Trump Bantah Laporan Jenderal Kepala Staf AS Tolak Perang Lawan Iran

Internasional
17 jam lalu

Menhan AS: Pertempuran Masa Depan Terjadi di Luar Angkasa!

Internasional
19 jam lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Sepakati Perjanjian Nuklir atau Hadapi Hari Sangat Buruk?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal