Sekilas Perjalanan Perang Dunia I

Anton Suhartono
Pasukan Selandia Baru menyiapkan meriam untuk ditembakkan dalam peringatan 100 tahun berakhirnya PD I (Foto: AFP)

Sementara itu, di Front Timur, pertempuran terjadi dalam kondisi berbeda dengan di Prancis dan Belgia. Setelah perang pecah, Kesultanan Utsmani yang bersekutu dengan Jerman, Austria, serta Hongaria, menutup Selat Bosphorus untuk mengisolasi Rusia. Saat itu, Rusia berperang bersama Inggris dan Prancis.

Rusia melancarkan serangan besar ke Prusia Timur pada 15 Agustus tetapi berakhir dengan dua kekalahan besar pada bulan berikutnya, yakni di Tannenberg dan Danau Mazurian.

Pasukan Rusia lalu mundur ke selatan, kekalahan yang terus berlanjut sampai Revolusi Bolshevik pada 1917. Setahun kemudian, tepatnya Maaret 1918, Rusia meneken perjanjian Brest-Litovsk, Moskos harus kehilangan wilayah barat dan sepertiga penduduknya.

Di Front Barat, pada 1915 terjadi serangkaian perang besar ditandai dengan penyebaran senjata modern dalam skala besar, termasuk senapan mesin dan artileri berat. Pasukan Jerman juga menggunakan gas beracun untuk pertama kalinya di dekat Ypres, Belgia.

Pada musim semi, pasukan sekutu yang dipimpin Inggris, meluncurkan serangan angkatan laut dan angkatan darat ke Dardanelles untuk membuka Selat Bosphorus.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jamu Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Kemajuan Teknologi

57 tahun lalu

Prabowo Ajak Jerman Investasi Kendaraan Listrik hingga Industri Semikonduktor di RI

57 tahun lalu

Di Hadapan Presiden Jerman, Prabowo Serukan Konflik Harus Diakhiri Lewat Perundingan

57 tahun lalu

Prabowo Bertemu Steinmeier, Sepakat Tingkatkan Volume Perdagangan RI-Jerman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal