Sekolah Ditutup, Anak-Anak Afghanistan Terpaksa Kerja di Ladang Opium Milik Taliban

Arif Budiwinarto
Seorang anak Afghanistan terpaksa menjadi petani opium setelah sekolahnya ditutup karena pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi Covid-19. (foto: NBC)

Setelah tempat bekerjanya tutup dan pekerja terpaksa dirumahkan, Fazily dan banyak warga Afghanistan lainnya beralih profesi jadi petani opium.

"Saya tidka punya cara lain selain bekerja di ladang opium untuk menghasilkan uang," lanjutnya.

Bukan cuma mereka yang masuk dalam kategori usia kerja, para siswa sekolah yang tidak dapat pergi ke sekolah karena lockdown juga mengisi waktu dengan bekerja di perkebunan opium untuk mendapatkan uang.

"Sekolah kami tutup dan saya punya cukup waktu untuk bekerja di ladang opium dan menghasilkan uang," kata Nazir Ahmad, seorang siswa berusia 18 tahun di Kandahar.

"Sekitar 2 teman sekelas saya juga bekerja di sini," lanjutnya.

Para pemilik ladang opium biasanya mengandalkan tenaga kerja musiman dari Pakistan untuk panen musim semi dan musim panas, tetapi pandemi virus corona membuat banyak petani musiman tidak mau atau tidak dapat keluar rumah untuk bekerja.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
10 hari lalu

Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan

Nasional
10 hari lalu

Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Internasional
10 hari lalu

Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan dan Afghanistan, bak Langit dan Bumi

Internasional
10 hari lalu

Memanas! Pasukan Afghanistan Kembali Gempur Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal