Sekutu Aung San Suu Kyi Kini Minta Dukungan Muslim Rohingya Setelah Dicampakkan

Anton Suhartono
Sasa, pemimpin anggota parlemen Myanmar yang digulingkan junta militer (Foto: Reuters)

Perlakuan militer terhadap Rohingya mendorong AS untuk menjatuhkan sanksi kepada para pemimpin militer.

Pihak berwenang Mynamar kala itu juga gagal menjamin perlindungan untuk pemulangan ratusan ribu pengungsi.

Hak-hak dasar mereka ditolak, termasuk status kewarganegaraan. Bahkan militer menolak mengakui mereka sebagai etnis Rohingya dan menyebutnya sebagai Bengali.

"Semua orang harus diberi kesempatan melindungi diri mereka (dari penindasan militer)," kata Sasa.

Pernyataan itu disampaikan Sasa setelah kebakaran kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat berlindung.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

5 hari lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

7 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

8 hari lalu

Mengapa Bangladesh Sita Harta Mantan PM Sheikh Hasina Rp112 Triliun? Ini Duduk Perkaranya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal