Sekutu Aung San Suu Kyi Kini Minta Dukungan Muslim Rohingya Setelah Dicampakkan

Anton Suhartono
Sasa, pemimpin anggota parlemen Myanmar yang digulingkan junta militer (Foto: Reuters)

Perlakuan militer terhadap Rohingya mendorong AS untuk menjatuhkan sanksi kepada para pemimpin militer.

Pihak berwenang Mynamar kala itu juga gagal menjamin perlindungan untuk pemulangan ratusan ribu pengungsi.

Hak-hak dasar mereka ditolak, termasuk status kewarganegaraan. Bahkan militer menolak mengakui mereka sebagai etnis Rohingya dan menyebutnya sebagai Bengali.

"Semua orang harus diberi kesempatan melindungi diri mereka (dari penindasan militer)," kata Sasa.

Pernyataan itu disampaikan Sasa setelah kebakaran kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat berlindung.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 hari lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

20 hari lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

21 hari lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

21 hari lalu

Napi Narkoba Kabur dari Rutan Lampung sejak 2024, Akhirnya Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal