Para peretas diduga memanfaatkan orang tertentu, seperti Ramon, untuk mencuci uang hasil peretasan dari sebuah bank di Malta yang tak disebutkan namanya pada Februari 2019.
Menurut Departemen Kehakiman, Ramon tak bekerja sendiri melainkan dengan seorang warga Kanada, Ghaleb Alaumary. Mereka dituduh mengatur tim untuk mencuci uang jutaan dolar yang dicuri dengan meretas ATM, termasuk dari BankIslami di Pakistan dan bank di India.
Alaumary sebenarnya ditangkap lebih dulu oleh otoritas AS dan mau bekerja sama sejak Oktober 2019 untuk mengungkap kasus ini.
Sementara itu Ramon diekstradisi dari Dubai, Uni Emirat Arab, ke AS pada Juli 2020 di mana dia menghadapi tuduhan kriminal karena bersekongkol melakukan pencucian uang ratusan juta dolar.
Pengacara Ramon, Gal Pissetzky, mengatakan kepada majalah Forbes pada Juli 2020, kliennya sama sekali tidak bersalah atas tuduhan itu, termasuk tidak terlibat dalam penipuan apa pun.