Serangan Bom Sri Lanka Renggut 290 Nyawa, 9 Warga Asing Masih Hilang

Nathania Riris Michico
Personel keamanan Sri Lanka berjalan melalui puing-puing menyusul ledakan di Gereja St Sebastian di Negombo, utara ibu kota Kolombo, pada 21 April 2019. (FOTO: STR / AFP)

Pemerintah sebelumnya mengatakan para penyelidik akan memeriksa apakah para penyerang itu memiliki koneksi di luar negeri.

Dua ledakan melibatkan pelaku bom bunuh diri, termasuk satu yang ikut mengantre sarapan prasmanan di hotel sebelum melakukan pembantaian.

Pemerintah Sri Lanka menyatakan korban tewas termasuk tiga warga India, tiga warga Inggris, dua dari Turki dan satu warga negara Portugal. Dua orang yang memegang paspor Inggris dan Amerika Serikat (AS) juga di antara korban jiwa.

"Selain itu, sementara sembilan warga negara asing dilaporkan hilang, ada 25 mayat tak dikenal yang diyakini orang asing," kata kementerian luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan salah satu warganya ada di antara mereka yang meninggal.

Gereja-gereja yang menjadi sasaran termasuk gereja bersejarah St Anthony's Shrine di Kolombo, tempat ledakan menghancurkan sebagian besar atapnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 bulan lalu

Bencana Tewaskan 618 Orang di Sri Lanka Belum Berakhir, kini Muncul Peringatan Longsor

Internasional
2 bulan lalu

Mirip Indonesia! Banjir Sri Lanka Isolasi Warga di Pegunungan, Korban Tewas 618 Orang

Internasional
2 bulan lalu

Banjir Dahsyat di Asia Renggut 1.600 Nyawa, PBB Pantau Terus

Internasional
2 bulan lalu

Korban Tewas Banjir Asia Tembus 1.300 Orang, Indonesia dan Sri Lanka Terbanyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal