Sering Dirayu Barat agar Ikut Sanksi Rusia, Turki: Kami Tak Akan Melakukan Itu!

Ahmad Islamy Jamil
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin. (Foto: Reuters)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.
 
Negara-negara Barat menanggapi agresi militer Moskow itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Rusia. Pada saat yang sama, mereka juga meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Bisnis
9 jam lalu

Yuk Daftar Webinar MNC Asset Management dan Phillip Sekuritas Indonesia di Sini!

Internasional
13 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Nasional
2 hari lalu

AHY Ungkap 5 Kekuatan Ekonomi Baru RI, Apa Saja?

Nasional
2 hari lalu

SBY Tegaskan Dukung Penuh Presiden Prabowo, Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal