Setelah AS, Giliran Jepang dan Belanda Minta Warganya Segera Tinggalkan Ukraina

Anton Suhartono
Giliran Jepang dan Belanda yang meminta warganya segera meninggalkan Ukraina (Foto: Reuters)

"Jangan bepergian ke Ukraina karena meningkatnya ancaman aksi militer Rusia dan Covid-19. Mereka yang berada di Ukraina harus pergi sekarang menggunakan sarana umum atau pribadi," bunyi pernyatan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, kemarin.  

Menlu AS Antony Blinken dalam lawatan ke Australia hari ini mengatakan, Rusia mengirim lebih banyak pasukan ke perbatasan Ukraina. Serangan besar-besaran ke Ukraina bisa terjadi kapan saja. Berdasarkan gambar satelit perusahaan swasta AS, ada penyebaran pasukan Rusia ke beberapa lokasi dekat Ukraina.

Blinken bahkan menyebut serangan itu bisa saja terjadi sebelum Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 yang akan berakhir pada 20 Februari.

"Kita berada di jendela saat invasi bisa dimulai kapan saja. Biar lebih jelas, itu (serangan) bisa terjadi selama Olimpiade," ujarnya.

"Sederhananya, kita terus melihat tanda-tanda eskalasi Rusia yang sangat mengganggu, termasuk pasukan baru yang tiba di perbatasan Ukraina," ujarnya, menambahkan.

Rusia telah mengirim lebih dari 100.000 tentara di dekat Ukraina. Pekan ini sekitar 30.000 pasukan Beruang Merah menggelar latihan perang bersama Belarusia. Selain itu Rusia menggelar latihan Angkatan Laut di Laut Hitam.

Rusia berkali-kali membantah akan menyerang Ukraina, namun menegaskan bisa mengambil tindakan militer tidak ditentukan, kecuali tuntutan mereka dipenuhi. Di antara tuntutan itu adalah NATO harus menolak Ukraina masuk menjadi anggotanya serta menarik pasukan dari Eropa Timur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

Tak Jelas Kapan Berakhir, Perang Timur Tengah Mulai Bikin Negara Teluk Gerah

16 jam lalu

Iran Tegaskan Pasukan AS Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz

16 jam lalu

Trump Ancam Bombardir Oman, kok Gitu?

21 jam lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Menguat usai MoU Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal