Setidaknya 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Perang

Anton Suhartono
Bayi kembar di Sanaa, Yaman, meninggal karena tak tertangani medis, korban dampak tak langsung dari perang (Foto: AFP)

MUNICH, iNews.id - Temuan organisasi amal Save the Children International, mengungkap, rata-rata 100.000 bayi meninggal setiap tahun akibat konflik bersenjata, baik langsung maupun tidak langsung.

Menurut organisasi, berdasarkan data dari 10 negara yang mengalami konflik terburuk, sekitar 550.000 bayi meninggal antara 2013 sampai 2017.

Selain terkena tembakan senjata, mereka juga meninggal disebabkan dampak perang seperti kelaparan.
Penyebab kematian lainnya adalah kerusakan rumah sakit dan infrastruktur, kurangnya akses untuk mendapat penanganan medis, serta menolak bantuan.

Selain itu, anak-anak lainnya menghadapi ancaman terbunuh atau mengalami cacat, direkrut oleh kelompok-kelompok bersenjata, diculik, bahkan menjadi korban kekerasan seksual.

"Hampir 1 dari 5 anak tinggal di daerah-daerah yang terkena dampak konflik dalam 2 dekade terakhir," kata CEO Save the Children International, Helle Thorning-Schmidt, dalam pernyataan, seperti dilaporkan kembali AFP, Jumat (15/2/2019).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
3 hari lalu

Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang dengan AS dan Israel

Health
5 hari lalu

Jangan Cium Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Penularan Virus Pernapasan!

Health
5 hari lalu

Alasan Tidak Boleh Pegang Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Bahaya Ini!

Health
6 hari lalu

Cegah Campak, Jangan Pegang Bayi saat Lebaran Ya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal