Setidaknya 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Perang

Anton Suhartono
Bayi kembar di Sanaa, Yaman, meninggal karena tak tertangani medis, korban dampak tak langsung dari perang (Foto: AFP)

"Jumlah anak yang terbunuh atau cacat lebih dari 3 kali lipat, dan kami melihat adanya peningkatan mengkhawatirkan yakni penggunaan bantuan sebagai senjata perang," katanya, lagi.

Jumlah total kematian akibat efek tidak langsung dari perang selama periode 5 tahun melonjak menjadi 870.000 jika anak di bawah usia 5 tahun dimasukkan.

Thorning-Schmidt melanjutkan, meningkatnya jumlah korban di kalangan anak-anak sangat mengkhawatirkan.

"Sangat mengejutkan bahwa pada abad ke-21 kita mengalami kemunduran dalam prinsip dan standar moral yang sebenarnya begitu sederhana, anak-anak dan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran," tuturnya.

Sementara itu negara-negara yang mengalami konflik terparah adalah Afghanistan, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Irak, Mali, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman.

Penelitian yang dilakukan Peace Research Institute Oslo juga mengungkap bahwa 420 juta anak tinggal di daerah terdampak konflik pada 2017. Ini mewakili 18 persen dari semua anak di dunia serta naik 30 juta dari tahun sebelumnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gibran Minta Jam Belajar Siswa Disesuaikan usai Asap Karhutla Ganggu Sekolah: Paling Penting Anak-Anak Sehat

18 hari lalu

Tragis! 14 Bayi Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan

19 hari lalu

Senjata Robot Pembunuh Termasuk Drone Makin Canggih, PBB dan Palang Merah Desak Pembatasan

29 hari lalu

Geger! Pemulung Temukan Jasad Bayi Usia 6 Bulan Terbungkus Plastik di Sawah Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal