Sisi Gelap di Balik Kemewahan Dubai UEA, Mirisnya Kehidupan Buruh Migran

Pandika Adi Putra
Sisi gelap di balik kemewahan Dubai, salah satunya kondisi puluhan ribu pekerja migran yang memprihatinkan (Foto: Reuters)

Sebenarnya Artikel 25 Undang-Undang Dasar UEA mengamanatkan perlakuan sederajat terhadap semua warga negara tanpa memandang ras, kebangsaan, kepercayaan, atau status sosial.  Namun data Human Right Watch mengungkap, sebagian besar dari 250.000 buruh migran di Dubai tinggal dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Disebutkan mereka tinggal hingga 8 orang dalam satu kamar sempit. Di samping itu, dengan gaji yang minim, mereka masih harus mengirim uang kepada keluarga di negara asal.

Dalam kejadian pada 21 Maret 2006, pekerja konstruksi Burj Khalifa melakukan protes atas buruknya kondisi kerja dengan merusak fasilitas seperti mobil, komputer, serta alat-alat konstruksi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Tak Beri Ampun! Iran Gempur Pangkalan Militer AS Lagi, di Kuwait dan Uni Emirat Arab

7 hari lalu

Setelah Yordania, Rudal Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab

19 hari lalu

Diserang Iran, Uni Emirat Arab Hentikan Kerja Sama Perdagangan Tanpa Batas Waktu 

19 hari lalu

Panas! Uni Emirat Arab Tuduh Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Pelabuhan Fujairah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal