Hui Ka Yan pernah berada di puncak daftar orang terkaya China ketika bisnis Evergrande mengalami pertumbuhan pesat. Kekayaannya melonjak seiring kenaikan valuasi Evergrande dan besarnya dividen yang diterima.
Pada masa kejayaannya, Hui bahkan masuk jajaran orang terkaya di dunia. Namun, sebagian besar kekayaan tersebut hanya berupa nilai aset di atas kertas dan lenyap ketika Evergrande mengalami krisis.
Perusahaan yang dibangunnya menjadi salah satu simbol ekspansi properti China yang ditopang utang dalam jumlah besar.
Selama bertahun-tahun, Evergrande melakukan ekspansi agresif dengan mengandalkan pinjaman untuk membangun proyek apartemen di ratusan kota di China.
Situasi berubah ketika pemerintah China memperketat aturan terkait utang dan leverage perusahaan properti. Evergrande kemudian kesulitan memenuhi kewajibannya.