Gagal bayar utang pada 2021 memicu krisis yang lebih luas di sektor properti China dan ikut mengguncang pasar keuangan global.
Krisis tersebut juga berdampak langsung kepada pembeli rumah. Ratusan ribu orang masih menunggu penyelesaian apartemen yang telah mereka bayar tetapi tidak kunjung rampung.
Pengadilan Hong Kong memerintahkan Evergrande masuk proses likuidasi pada awal 2024. Saham perusahaan kemudian juga dihapus dari bursa.
Sejak itu, regulator dan likuidator mengejar Hui serta keluarganya untuk memulihkan sejumlah aset dan dividen yang diperoleh selama masa kejayaan Evergrande.
Hui sendiri telah ditahan oleh otoritas China sejak 2023 ketika penyelidikan terhadap dirinya dan perusahaan semakin berkembang.