Sosok Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Surati Jokowi Minta Dukungan untuk Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. (Foto: Ist.)

Pada 2001, ketika Intifadah Kedua meletus, Haniyeh memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin politik Hamas. Dia menjadi orang nomor tiga dalam organisasi itu, setelah Syekh Yassin dan Abdul Aziz al-Rantisi.

Haniyeh dan Yassin lolos dari kematian pada 2003, dalam upaya pembunuhan oleh Israel yang gagal. Kala itu, tentara zionis melancarkan serangan udara di sebuah blok apartemen di pusat kota Gaza, tempat kedua pria itu menggelar pertemuan.

Beberapa bulan kemudian, Syekh Yassin wafat setelah diserang oleh helikopter Israel, saat pemimpin Hamas itu meninggalkan masjid seusai menunaikan Shalat Subuh.

Nama Haniyeh semakin bersinar pada 2006, ketika dia memimpin Hamas memenangkan pemilu legislatif dan mengalahkan organisasi politik Fatah—yang telah berkuasa selama lebih dari satu dekade di Palestina.

Dia sempat menjabat perdana menteri Otoritas Palestina untuk waktu yang singkat. Penolakan komunitas internasional untuk bekerja dengan Hamas, kebuntuan serta kekerasan antara Hamas dan Fatah pada akhirnya menyebabkan pembubaran pemerintah persatuan Palestina pada 2007. Sebagai buntut dari perpecahan itu, Hamas muncul sebagai penguasa tunggal Jalur Gaza.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Ini Target Serangan Terbaru AS-Israel ke Iran, Gunung Pickaxe dalam Bidikan

2 hari lalu

AS-Israel Dilaporkan Siapkan Serangan Besar-besaran ke Iran usai Pemilu Sela

2 hari lalu

Beda dengan Trump, Wapres AS JD Vance Ogah Dukung Netanyahu dalam Pemilu Israel

4 hari lalu

Kasus Ijazah Jokowi, PMAKI Laporkan Hakim Penyidang Roy Suryo-Dokter Tifa ke KY

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal