Sosok Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Surati Jokowi Minta Dukungan untuk Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. (Foto: Ist.)

Saat kuliah pada 1983, Haniyeh bergabung dengan Islamic Student Bloc, pendahulu Hamas.

Saat dia lulus dari kampus Universitas Islam Gaza pada 1987, meletuslah pemberontakan massal rakyat Palestina melawan pendudukan Israel. Peristiwa itu dikenal sebagai Intifadah Pertama, yang  kemudian disusul dengan berdirinya Hamas sebagai organisasi resmi.

Otoritas Israel pernah memenjarakan Haniyeh selama 18 hari ketika dia berpartisipasi dalam protes menentang pendudukan zionis. Setahun kemudian, pada 1988, dia dipenjarakan lagi selama enam bulan dan menghabiskan tiga tahun lagi di dalam bui pada 1989 atas tuduhan bahwa dia adalah anggota Hamas.

Setelah dibebaskan, Israel mendeportasi Haniyeh ke Lebanon Selatan bersama dengan para pemimpin senior Hamas lainnya. Dia menghabiskan waktu di Lebanon selama satu tahun. Setelah penandatanganan Perjanjian Oslo antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dia pun pulang ke Gaza.

Sekembalinya ke kota itu, Haniyeh menjadi asisten dekat dan asisten salah satu pendiri Hamas, almarhum Syekh Ahmad Yassin, pada 1997.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 jam lalu

Daftar Pejabat Kondangan ke Nikahan Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy, Banyak Menteri!

8 jam lalu

Sah! Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy Resmi Menikah, Prabowo dan Jokowi Jadi Saksinya

9 jam lalu

Potret Presiden Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy, Ini Fotonya!

10 jam lalu

Perjalanan Cinta Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy Sangat Tertutup, Resmi Menikah Hari Ini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal