Sosok Jamal Khashoggi, Jurnalis yang Pernah Dekat Osama bin Laden

Nathania Riris Michico
Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post yang hilang di konsulat Saudi di Turki. (Foto: doc. twitter)

2. Membela Reformasi

Sejak saat itu, dia menjadi salah satu pemikir progresif yang paling banyak menyatakan pandangan tentang negaranya. Khashoggi sering dikutip oleh media Barat sebagai seorang ahli radikalisme Islam.

Dia juga dipandang sebagai salah satu orang yang berada di dalam lingkaran sistem Saudi karena banyak mengenal orang penting. Dia juga bergaul dengan keluarga kerajaan.

Khashoggi bekerja di sejumlah media Arab dan saluran TV, memulai karier sebagai wartawan asing sampai menjadi pemimpin redaksi.

Namun, dia harus dua kali meninggalkan pekerjaannya di koran Al Watan pada 2003 dan 2010, karena tulisannya yang kritis terhadap kelompok Islam yang mendominasi Arab Saudi, pendukung Salafisme yang dikenal akan pemahaman agama yang ketat.

Pada tahun-tahun itu, Khashoggi meninggalkan Saudi untuk menjadi penasihat media Pangeran Turki bin Faisal, mantan kepala intelijen Saudi yang menjadi duta besar Saudi untuk Inggris dan kemudian untuk AS.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
11 hari lalu

Pesawat Jet Pribadi Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Ini Dugaan Penyebabnya

Internasional
11 hari lalu

Pesawat Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Semua Penumpang Tewas

Nasional
15 hari lalu

Bagja Putra Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Turki usai Bacakan Syair Cinta untuk Rasulullah

Internasional
29 hari lalu

Heboh Skandal Judi Sepak Bola Turki, 29 Pemain Diburu Polisi termasuk Klub Galatasaray

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal