Sosok Jamal Khashoggi, Jurnalis yang Pernah Dekat Osama bin Laden

Nathania Riris Michico
Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post yang hilang di konsulat Saudi di Turki. (Foto: doc. twitter)

Pada 2010, miliarder Saudi, Alwaleed bin Talal menugaskan Khashoggi memimpin stasiun TV barunya yang bermarkas di Bahrain.

3. Pergolakan Arab

Pada 2012, dia dipilih memimpin saluran berita Al Arab yang didukung Saudi, yang dipandang sebagai saingan Al Jazeera yang didanai Qatar. Namun, tak kurang dari 24 jam setelah diluncurkan, stasiun TV baru di bawah pimpinan Khashoggi ini ditutup karena menyiarkan wawancara dengan tokoh oposisi Bahrain.

Sementara itu, Khashoggi juga memberikan sejumlah wawancara dengan media asing, mengecam monarki absolut Saudi dengan mengatakan sistem demokratis diperlukan bagi kestabilan negara di masa depan.

Ketika pergolakan Arab pecah, Khashoggi berpihak pada kelompok oposisi yang mendesak perubahan di Mesir dan Tunisia.

Pandangannya sangat bertolak belakang dengan kebijakan resmi Kerajaan Saudi, yang memandang pemberontakan Arab sebagai ancaman.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Prabowo Terima Kunjungan Menlu Turki di Hambalang, Ini yang Dibahas 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal