Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jose Manuel Albares menjelaskan, langkah ini diambil untuk mencegah Spanyol terseret dalam eskalasi konflik yang lebih luas. Pemerintah ingin menjaga jarak dari segala bentuk keterlibatan yang dapat memperburuk situasi.
Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih mengklaim militer AS telah mencapai target dalam operasi yang diberi nama Operasi Epic Fury, sehingga tidak membutuhkan dukungan dari Spanyol maupun negara lain.
Namun ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol sebagai respons atas penolakan tersebut.
Sanchez sendiri menjadi salah satu pemimpin Eropa paling vokal dalam mengkritik serangan AS dan Israel terhadap Iran. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai ceroboh dan melanggar hukum internasional, sekaligus mempertegas posisi Spanyol yang memilih berdiri di luar konflik.