Spesifikasi Drone LUCAS Amerika yang Dibikin Khusus untuk Cegat Drone Kamikaze Shahed Iran

Anton Suhartono
Amerika Serikat membuat drone LUCAS (Low-Cost Unmanned Combat Aerial System), untuk mencegat rudal Iran (Foto: Centcom)

JAKARTA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mengerahkan drone LUCAS (Low-Cost Unmanned Combat Aerial System) sebagai senjata utama dalam skuadron baru Scorpion Strike, unit yang dibentuk khusus untuk menghadapi ancaman drone kamikaze Shahed 136 buatan Iran di Timur Tengah. Drone ini menjadi jawaban Washington terhadap meningkatnya serangan Shahed yang terbukti mampu menembus sistem pertahanan udara konvensional AS.

Menariknya, LUCAS bukan drone biasa. Dia dirancang melalui proses rekayasa balik setelah Pentagon memperoleh satu unit Shahed Iran, membedahnya, dan kemudian bekerja sama dengan sejumlah perusahaan Amerika untuk menciptakan tandingan yang serupa, namun dengan tujuan pencegatan.

Berikut spesifikasi dan kemampuan utama drone LUCAS yang kini menjadi garda terdepan pertahanan AS di Timur Tengah.

1. Panjang Sekitar 3 Meter, Desain Mirip Shahed

Pentagon secara terbuka menyebut LUCAS dibuat berdasarkan rekayasa balik drone Shahed-136. Hasilnya, bentuk dan dimensinya dibuat hampir setara:

  • Panjang drone: ± 3 meter
  • Desain aerodinamis mirip Shahed

Desain ini dipilih bukan untuk meniru, tapi untuk menandingi efektivitas Shahed yang selama ini menjadi ancaman besar terhadap fasilitas dan pangkalan militer AS.

2. Drone Berbiaya Murah: Hanya Rp584 Juta per Unit

Salah satu keunggulan LUCAS adalah harganya yang sangat murah untuk standar militer AS yakni 35.000 dolar AS atau sekitar Rp584 juta. Dengan harga itu LUCAS termasuk sebagai senjata pencegat paling murah dalam inventaris AS.

Senjata ini dibuat agar bisa diproduksi massal dan dikerahkan dalam jumlah besar.

Dengan biaya semurah ini, AS juga bisa menghadapi ancaman drone Shahed Iran, sebanding dari sisi ekonomi dan taktik.

3. Jangkauan Luas dan Operasi Otonom

Centcom tak memberikan data spesifik mengenai LUCAS, melainkah hanya menyebut beberapa kemampuan umumnya, yakni memiliki jangkauan jauh dan kemampuan terbang secara otonom (autonomous flight).

Kedua fitur ini penting karena Shahed sendiri merupakan drone kamikaze jarak jauh yang mampu melintasi wilayah luas sebelum menghantam target.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Airlangga Ungkap Nego Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Finalisasi Dokumen

Internasional
3 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
19 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Internasional
7 jam lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal