JAKARTA, iNews.id - Tiga jet tempur MiG-31 Rusia dilaporkan memasuki wilayah udara Estonia selama sekitar 12 menit pada Jumat (19/9/2025). Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) langsung bertindak dengan mengerahkan pesawat tempur F-35 dari Italia untuk mengusirnya.
Estonia juga langsung mengajukan protes diplomatik kepada Rusia. Otoritas Estonia menyebut, jet tempur Rusia tidak memiliki rencana penerbangan, mematikan transponder, serta tidak berkomunikasi dengan petugas kendali lalu lintas udara (ATC).
MiG-31 dikembangkan sebagai pesawat pencegat atau interceptor supersonik jarak jauh penerus MiG-25. Pesawat ini dirancang untuk misi patroli di ketinggian, pertahanan wilayah udara, dan penanggulangan target berpenerbangan cepat pada jarak jauh. Varian-varian modern seperti MiG-31BM/BSM mengalami upgrade avionik, radar, dan kemampuan persenjataan.
Kecepatan puncak pesawat mampu mendekati Mach 2.8 pada ketinggian tertentu, namun dibatasi pada operasi rutin demi menjaga mesin dan struktur.
Desain untuk patroli jarak jauh dengan kemampuan mengangkut tangki bahan bakar tambahan pada sous-pilon.
Dua mesin turbofan berkinerja tinggi (D30-F6 pada varian klasik) memberi kemampuan dash supersonik dan patroli cepat.
Varian modern dilengkapi radar powerful (Zaslon/Zaslon-M/Zaslon-AM pada upgrade) yang mampu melacak puluhan target secara simultan dari jarak besar serta memandu rudal jarak jauh. Kemampuan radar ini menjadikan MiG-31 sebagai platform efektif untuk menempuh misi deteksi/penyergapan pengebom, pesawat AWACS, dan peluncuran misil BVR (beyond-visual-range).
• Rudal udara ke udara jarak jauh: R-33 pada versi lama dan R-37M (RVV-BD) dengan jangkauan ratusan kilometer untuk menyerang target pada jarak jauh. Beberapa sumber menyebut kemampuan R-37M menjangkau lebih dari 200 km dan kecepatan hingga beberapa Mach.
• Rudal anti-radar dan udara ke permukaan: MiG-31 dapat dilengkapi untuk membawa misil Kh-31 (AS-17 'Krypton') dan varian anti-kapal Kh-31A pada beberapa konfigurasi.
• Bom pintar: versi upgrade memungkinkan untuk membawa bom berpemandu (KAB-1500/ KAB-500) dalam jumlah terbatas pada opsi payload.