CGTN belum berkomentar terkait penarikan tayangan itu.
Presenter CGTN sebelumnya membuat laporan yang mengkritik Trump, bahkan tayangan di bagian akhir sangat menggigit.
Video menunjukkan, presenter Cheng Lei membacakan surat berisi sindiran. Dia menyampaikan terima kasih kepada Trump karena memberikan shock therapy yang memaksa China membuat kebijakan reformasi ekonomi. Buntut dari kebijakan itu, China berhasil menarik investor asing, salah satunya perusahaan mobil listrik AS, Tesla Motors.
Dalam video lain yang tayang pada 7 Agustus, seorang presenter mencerca kebijakan tarif Trump. Dia menyebut Trump sebagai pria muda yang duduk di toilet pada pukul 05.00 lalu mengunggah status di Twitter yang isinya membuat para pengikuti mempertanyakan kewarasannya.
Penyiar itu memiliki akun di media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube yang semuanya dilarang di China.
Lembaga-lembaga penyiaran China memang kerap menarik artikel dan video berita setelah dikritik pemerintah.
Media pemerintah China sebelumnya sudah diperingatkan untuk menahan diri dari membuat berita yang menggunakan bahasa agresif, terkait dengan Trump dan perang dagang kedua negara.