Swiss Tolak Masukkan Hamas dalam Daftar Teroris, Ini Alasannya

Anton Suhartono
Swiss menolak permintaan kelompok Yahudi untuk masukkan Hamas dalam daftar teroris (Foto: AP)

BERN, iNews.id - Swiss menolak seruan dari kelompok Yahudi di negara itu untuk memasukkan gerakan perlawanan Palestina Hamas dalam daftar teroris. Pasalnya Swiss merupakan negara netral.

Beberapa kelompok komunitas Yahudi di Swiss yakni Federasi Komunitas Yahudi Swiss (SIG) dan Platform Yahudi Liberal Swiss (PLJS) pada 20 Mei lalu menyebut Hamas sebagai organisasi ekstremis, teroris, dan anti-Semit. Kedutaan Besar Israel di Bern juga mengeluarkan seruan serupa.

Mereka berpandangan anggota Hamas tidak boleh dibiarkan bergerak bebas, mengumpulkan dana, serta melakukan aktivitas bisnis di Swiss. 

Swiss Radio melaporkan, Swiss tak membentuk aliansi formal dengan negara lain. Inilah yang menjadi alasan negara itu sering dijadikan mediator dalam perselisihan konflik internasional serta menjadi tuan rumah negosiasi. 

"Sebagai bagian dari kebijakan mendukung perdamaian di kawasan, penting untuk terus berdialog dengan semua pihak, serta melanjutkan upaya (perdamaian) antara Israel dan Palestina serta antar-Palestina itu sendiri, yakni Hamas dan Fatah," demikian laporan Swiss Radio.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 jam lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Usir Warga Gaza, Diisi Pemukim Yahudi

20 jam lalu

Netanyahu Bilang ke Menantu Trump, Israel Akan Terus Bunuh Warga Gaza

2 hari lalu

Warga Gaza Ucapkan HUT Ke-81 RI, Lukis Bendera Merah-Putih di Reruntuhan Bangunan

2 hari lalu

Brutal! Menteri Radikal Israel Serukan Militer Bunuh 30-40 Warga Gaza Setiap Malam

2 hari lalu

Diam-Diam, Utusan Trump Jared Kushner Bertemu Pemimpin Hamas di Mesir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal