Taiwan Ingin Damai dengan China, tapi Tegaskan Siap Perang

Anton Suhartono
Chiu Kuo Cheng tegaskan Taiwan ingin damai dengan China tapi siap dengan jika harus perang (Foto: Reuters)

TAIPEI, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Taiwan Chiu Kuo Cheng menegaskan tak akan membiarkan China mengulangi provokasinya. Pernyataan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang mengatakan, Taiwan adalah garis merah pertama yang tidak boleh dilanggar terkait hubungan negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

Sikap keras terbaru China ini merupakan dampak dari rumor rencana kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen ke AS dalam beberapa pekan mendatang. Tsai dilaporkan akan bertemu ketua DPR yang baru, Kevin McCarthy. 

Seperti diketahui, China sangat murka saat ketua DPR AS sebelumnya, Nancy Pelosi, berkunjung ke Taiwan pada Agustus 2022. Kunjungan itu direspons China dengan menggelar latihan perang terbesar di sekitar Taiwan sepanjang sejarah negara itu. Latihan, termasuk penembakan rudal, digelar di beberapa titik yang mengepung daratan Taiwan, menyimulasikan serangan sungguhan.

Namun Menhan Chiu menegaskan tidak mengetahui rencana pertemuan Tsai dengan McCarthy. Dia pun menuduh China mengarang-ngarang cerita sehingga punya alasan untuk mengerahkan pasukan.

"Komunis China menggunakan alasan apa pun untuk mengirim pasukan, tapi kami tidak akan hanya mengatakan 'Ayo'. Kami akan melakukan pendekatan damai dan rasional," kata Chiu, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/3/2023). 

Dia kembali menegaskan tak berharap ada konfrontasi dengan China, namun militer siap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Jika komunis China bergerak lagi, tugas angkatan bersenjata adalah berperang. Kami tidak akan membiarkan berulangnya provokasi. Kami tidak bisa terima itu," kata Chiu.
 
Pemerintah Taiwan sejauh ini belum mengumumkan rencana kunjungan Tsai ke AS. Negeri Paman Sam sebenarnya bukan persinggahan utama dalam tur Tsai ke Amerika. Tsai akan berkunjung ke negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan di Amerika Latin dan Karibia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
17 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
18 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Internasional
18 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
19 jam lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal