Tak Diundang dalam KTT ASEAN, Pemerintah Junta Myanmar Merasa Dihina

Anton Suhartono
ASEAN tak mengundang pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing dalam KTT bulan ini (Foto: BPMI Satpres)

"Karena tidak ada kemajuan yang memadai serta kekhawatiran atas komitmen Myanmar, khususnya dalam membangun dialog konstruktif di antara semua pihak terkait, beberapa negara anggota merekomendasikan agar ASEAN memberi ruang kepada Myanmar untuk memulihkan urusan dalam negeri sehingga kembali normal," demikian pernyataan Brunei.

Para menteri luar negeri (menlu) ASEAN dalam pertemuan darurat pada Jumat malam mengambil keputusan ini melalui konsensus. Ini merupakan langkah tegas, padahal biasanya ASEAN menghindari kebijakan yang mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Kemlu Singapura menyatakan, langkah untuk tidak mengundang pemimpin junta militer Min Aung Hlaing merupakan keputusan yang sulit, namun perlu diambil guna menegakkan kredibilitas ASEAN. Pasalnya tak ada kemajuan berarti dilakukan pemerintah Myanmar dalam mewujudkan perdamaian sebagaimana disepakati dengan ASEAN pada April lalu.

Pemerintahan junta sebelumnya mengizinkan utusan khusus ASEAN yang juga Menlu Brunei Erywan Yusof untuk mengunjungi negaranya, namun dia tak diperbolehkan bertemu dengan pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

4 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

14 hari lalu

Indonesia Cetak Sejarah di FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Ini yang Pertama!

16 hari lalu

Menlu Sugiono: ASEAN Harus Bermanfaat ke Masyarakat, Jangan Jadi Arena Rivalitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal