Tak Lagi Didukung Rakyat Turki, Ini Awal Kejatuhan Erdogan?

Nathania Riris Michico
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (FOTO: AFP)

"Sekarang tas ransel saya adalah rumah saya. Saya malu meminta uang kepada anak-anak saya."

Adapun rumahnya terletak di sisi lokasi proyek yang gagal tersebut dan menjadi tidak stabil karena aktivitas penggalian. Kemarahannya diarahkan kepada satu sasaran: kepala proyek Turki, Presiden Erdogan.

"Saya merasa benci terhadapnya," kata perempuan itu.

"Saya selalu memilihnya -tetapi dia telah menghancurkan rakyatnya."

Selama 16 tahun terakhir, Erdogan menempatkan pembangunan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Turki.

Hal yang dia sebut sebagai "proyek besar" -mulai dari bandara, jembatan hingga terowongan- mengubah infrastruktur negara itu. Dan pembangunan rumah bertingkat tinggi mengubah cakrawala kota, seringkali membuat para arsitek membencinya.

Para pengusaha konstruksi yang mempunyai kedekatan dengan presiden memenangkan tender dari pemerintah melalui dukungan politik.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Terungkap! Pakistan, Mesir dan Turki Diam-Diam Berusaha Damaikan AS-Iran

Nasional
7 hari lalu

Silaturahmi Lebaran, Presiden Prabowo Telepon Erdogan hingga MBS

Internasional
7 hari lalu

Dihujani Rudal, Negara-Negara Arab Kirim Peringatan Terakhir untuk Iran

Internasional
8 hari lalu

Turki: Israel Tak Ingin Ada Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal