"Tim bedah harus melakukan persiapan profesional yang cermat, menetapkan protokol, mempelajari pengalaman negara lain, dan berkoordinasi dengan berbagai spesialisasi, termasuk transplantasi organ, andrologi, bedah mikro, anestesiologi dan resusitasi, imunologi, dan patologi," katanya.
Transplantasi ini tidak hanya sebagai terapi bagi pasien, namun juga menunjukkan kemampuan tim medis Vietnam dalam teknik transplantasi jaringan komposit yang kompleks. Keberhasilan ini disebut membuka peluang pengobatan bagi pasien yang kehilangan penis akibat kanker, trauma, atau kecelakaan.
Laporan dalam literatur medis internasional mengungkap hanya ada lima kasus transplantasi penis yang dipublikasikan hingga saat ini. Kasus terbaru sebelumnya dilaporkan pada 2018.