Tak Tanggung-Tanggung, AS Jatuhkan Sanksi 280 Perusahaan terkait Perang Rusia-Ukraina

Anton Suhartono
Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terkait perang Rusia di Ukraina, mengincari 280 perusahaan dari banyak negara (Foto: Reuters)

Perusahaan yang memasok bahan peledak yang dibutuhkan Rusia untuk memproduksi bubuk mesiu, propelan roket, serta bahan lainnya, juga menjadi target departemen keuangan. Di antara produsen itu adalah dua pemasok yang berbasis di China.

“Departemen Keuangan secara konsisten memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan akan menghadapi konsekuensi signifikan, jika memberikan dukungan material untuk perang Rusia, dan AS hari ini menjatuhkannya kepada hampir 300 target,” kata Yellen, dikutip dari Reuters, Kamis (2/5/2024).

Sementara Deplu AS menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan yang berbasis di China yang dituduh mendukung industri pertahanan Rusia, termasuk mengirim barang-barang penting ke entitas yang berada di bawah sanksi AS. Selain itu sanksi dijatuhkan terhadap perusahaan-perusahaan di Turki, Kirgistan, dan Malaysia yang dituduh melakukan pengiriman dalam jumlah besar barang-barang prioritas ke Rusia.

Juru Bicara Kedutaan Besar China untuk AS Liu Pengyu menentang sanksi tersebut dengan dalih tak ada aturan yang dilanggar negaranya. Dia menegaskan, kerja sama dan interaksi perdagangan serta ekonomi antara negaranya dan Rusia masih sejalan dengan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta prinsip-prinsip pasar.

Pemerintah China, lanjut dia, selalu mengawasi ekspor barang-barang penggunaan ganda sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 menit lalu

Iran Beri 6 Syarat kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Ini Daftarnya

1 jam lalu

Pertama Kali, Media Iran Rilis Video Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei

17 jam lalu

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali...

20 jam lalu

Tak Sebut Nama AS, PM Jepang Takaichi: Cukup Negara Kami yang Dibom Atom!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal