Taliban Keluarkan Dekrit, Perempuan Bukan Properti 

Umaya Khusniah
Pemerintah Taliban di Afghanistan mengeluarkan dekrit tentang hak-hak perempuan. (Foto: Reuters)

Namun, dalam dekrit tersebut tidak apakah perempuan dapat bekerja atau mengakses fasilitas di luar rumah atau pendidikan. Padahal dua hal tersebut telah menjadi perhatian utama masyarakat internasional.

Selama pemerintahan sebelumnya dari 1996-2001, Taliban melarang perempuan meninggalkan rumah tanpa kerabat laki-laki. Wanita juga harus menutup wajah dan kepala. 

Taliban mengaku jika mereka telah berubah. Sekolah menengah untuk anak perempuan telah dibuka di beberapa provinsi. Meski demikain, banyak perempuan dan pembela hak tetap skeptis.

Komunitas internasional yang telah membekukan miliaran dana bank sentral dan pengeluaran pembangunan, telah menjadikan hak-hak perempuan sebagai elemen kunci dari setiap keterlibatan di masa depan dengan Afghanistan.

Negara, yang juga menderita krisis likuiditas perbankan karena arus kas mengering karena sanksi, menghadapi risiko keruntuhan ekonomi sejak Taliban mengambil alih. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Tips Beli Rumah Pertama untuk Generasi Muda, Jangan Cuma Tergiur Desain!

13 hari lalu

Sopir Taksi Listrik Ditusuk Perempuan di Pademangan Jakut, Pelaku Ditangkap

24 hari lalu

Horor! Serangan Bom Hantam Pos Polisi di Pakistan, 12 Orang Tewas

30 hari lalu

Terungkap, Ini Alasan Pria Tendang Perempuan di Senayan City hingga Tersungkur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal