Taliban Klaim Hasilkan 270 Juta Dolar AS sejak Agustus, untuk Bayar Gaji Pegawai dan Pensiunan

Umaya Khusniah
Pemerintah Taliban di Afghanistan mengklaim telah menghasilkan pendapatan lebih dari 270 juta dolar AS. (Foto: Ist.)

KABUL, iNews.id - Pemerintah Taliban di Afghanistan mengklaim telah menghasilkan pendapatan lebih dari 270 juta dolar AS atau setara Rp3,8 Triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar semua gaji yang belum dibayar termasuk dana pensiun.

Juru bicara Kementerian Keuangan Taliban, Ahmad Wali Haqmal mengatakan dalam konferensi pers di Kabul, Sabtu (20/11/2021), jumlah pendapatan ini dikumpulkan sejak Agustus lalu. Sumber utama pendapatan ini berasal dari bea cukai dan pajak lainnya.

Menurut harian lokal Hasht-e-Subh, pemerintah sebelumnya menghasilkan rata-rata terendah sekitar 235 juta dolar AS atau setara Rp3,3 Triliun dalam sebulan, bahkan selama pandemi virus corona.

Pejabat Taliban menambahkan, mekanisme reguler akan diberlakukan untuk membayar gaji semua pegawai negeri sipil selama tiga bulan terakhir sekaligus. Selain itu, dana pensiun yang sempat tertunda juga akan dibayarkan. 

Pejabat Taliban mengatakan, korupsi yang dilakukan pemerintah sebelumnya membuat lebih dari 60.000 pensiunan belum menerima haknya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
6 hari lalu

Rokok Ilegal Makin Marak, Penjualan Gudang Garam Anjlok Rp3,19 Triliun

7 hari lalu

Dermawan! PM Singapura Lawrence Wong Bakal Sumbang Gajinya Rp20 Miliar Setiap Tahun

26 hari lalu

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan Status Guru PPPK Paruh Waktu

26 hari lalu

Pendapatan LPGI Naik 33,9 Persen di Semester I 2026, Laba Tembus Rp130,5 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal