Taliban larang artis perempuan muncul di acara drama televisi (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

KABUL, iNews.id - Pemerintahan Taliban mengeluarkan aturan untuk hiburan dan media Afghanistan, di antaranya melarang drama yang menampilkan artis perempuan. Selain itu penyiar berita perempuan harus mengenakan jilbab.

Seorang juru bicara pemerintahan Taliban mengatakan, kementerian terkait pekan ini mengeluarkan sembilan aturan baru, sebagian besar ditujukan terhadap media yang bertentangan dengan syariat Islam atau nilai-nilai Afghanistan.

Beberapa aturan ditargetkan secara khusus terhadap perempuan, yakni terkait penampilan.

"Drama-drama atau program-program di mana terdapat artis perempuan tidak boleh tayang," bunyi aturan, seraya menambahkan jurnalis perempuan yang tampil di layar harus mengenakan jilbab Islami, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/11/2021).

Aturan ini menuai kritik organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) dengan menyebutnya sebagai memburuknya kebebasan pers di Afghanistan.

"Hilangnya ruang untuk perbedaan pendapat dan semakin buruknya pembatasan bagi perempuan di media dan seni sangat menghancurkan," kata Direktur Asosiasi Asia HRW, Patricia Gossman.

Para pejabat Taliban telah berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa hak-hak perempuan tetap dilindungi sejak mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada 15 Agustus, namun banyak kalangan tetap skeptis.

Para aktivis khawatir Taliban akan membawa Afghanistan ke masa lalu saat mereka menjadi penguasa, yakni menerapkan pembatasan ketat, seperti perempuan dilarang meninggalkan rumah kecuali ditemani kerabat laki-laki bahkan dibatasi dalam mendapatkan pendidikan.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT