Tegang soal Senjata Nuklir, Rusia Akan Balas Amerika jika Langgar Moratorium

Anton Suhartono
Dmitry Peskov menegaskan, Vladimir Putin berulang kali menyampaikan Rusia akan membalas setiap pelanggaran perjanjian moratorium senjata nuklir (Foto: AP)

Rusia Bantah Terlibat Perlombaan Senjata

Peskov menegaskan Rusia tidak sedang terlibat dalam perlombaan senjata dengan AS. Menurut dia, pengembangan sistem persenjataan seperti Burevestnik semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, bukan untuk memperluas ancaman nuklir.

“AS merupakan negara berdaulat yang berhak mengambil keputusan independen, namun hal itu tidak berarti kita kembali pada era perlombaan senjata,” ujarnya.

Kremlin juga menolak klaim Trump yang menyamakan uji coba rudal Burevestnik dengan uji coba senjata nuklir. Menurut Peskov, pengujian yang dilakukan Rusia baru-baru ini tidak menggunakan hulu ledak nuklir, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai uji coba nuklir dalam arti sebenarnya.

“Jika kita membahas uji coba Burevestnik secara spesifik, maka ini jelas bukan uji coba nuklir dalam pengertian apa pun,” tuturnya.

Putin Siap Ambil Langkah Tegas

Peskov mengingatkan Presiden Putin memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas strategis global, namun tidak akan tinggal diam jika AS menabrak batas yang telah disepakati internasional.

“Presiden Putin sudah jelas: Rusia akan menanggapi secara proporsional jika moratorium uji coba senjata nuklir dilanggar,” ujarnya, menegaskan.

Dia menambahkan, Rusia tidak ingin memulai konfrontasi, namun siap mempertahankan kepentingan nasional dan keamanan global jika tindakan AS dianggap mengancam keseimbangan strategis dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Baru 5 Hari Menjabat, Jubir Baru Trump Dipecat

18 jam lalu

Heboh Kabar Istana Rayakan Ultah Prabowo Bareng Wakil PM Rusia, Bakom Buka Suara

1 hari lalu

Trump Tegaskan AS Mungkin Serang Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Rahasia Iran

2 hari lalu

Gempa Besar M7,2 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

2 hari lalu

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Terpidana Nidal Hasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal