MOSKOW, iNews.id - Rusia menegaskan tak akan tinggal diam jika konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meledak. Moskow menilai ketegangan kedua negara saat ini ibarat bom waktu yang dapat memicu instabilitas besar di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menegaskan, Iran merupakan mitra dekat Rusia, sehingga Moskow tidak akan bersikap acuh terhadap potensi konflik yang melibatkan Teheran dan Washington. Menurut dia, eskalasi ketegangan bukan hanya mengancam Iran, tetapi juga stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah.
“Iran adalah mitra kami, mitra dekat dan tetangga kami. Tentu saja kami peduli dengan bagaimana perkembangan situasi saat ini,” kata Lavrov, dalam wawancara dengan stasiun televisi RT, dikutip Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, Rusia tidak memaksakan diri untuk berperan sebagai mediator antara Iran, AS, maupun Israel. Namun Moskow memastikan terus memantau dan mengawal perkembangan situasi dengan menjalin komunikasi intensif bersama pihak-pihak terkait.
“Dalam kontak dengan mereka, kami hanya membahas situasi ini,” ujarnya.