Dia juga menyebut situasi AS-Iran sangat rawan eskalasi, terlebih perundingan nuklir saat ini masih ringkih, belum tentu menunjukkan titik terang.
“Sekarang ini terlalu banyak ranjau yang siap meledak, hanya menunggu seseorang menginjaknya,” ujar Lavrov.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Rusia tidak akan membiarkan Iran menghadapi tekanan dan ancaman konflik dengan AS sendirian, terutama jika eskalasi berujung pada ketidakstabilan regional yang lebih luas.