Terbukti Curi Teknologi Baterai Perusahaan AS, Ilmuwan China Dihukum

Nathania Riris Michico
Ilustrasi bendera China dan AS.

WASHINGTON, iNews.id - Seorang ilmuwan China mengaku bersalah karena mencuri teknologi baterai generasi masa depan dari perusahaan perminyakan Amerika Serikat (AS) tempat dia bekerja. Hal itu disampaikan Departemen Kehakiman AS, Selasa (12/11/2019).

Hongjin Tan (35) warga negara Tiongkok yang merupakan penduduk tetap resmi AS, ditangkap pada Desember 2018 dan dituduh mencuri rahasia dagang.

Departemen Kehakiman AS menyatakan Tan mengaku bersalah di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Oklahoma atas pencurian rahasia dagang, transmisi rahasia dagang yang tidak sah, dan kepemilikan rahasia dagang yang tidak sah.

Teknologi baterai generasi masa depan yang dicuri oleh Tan bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

"Permohonan bersalah Tan terus mengisi gambaran pencurian China atas kekayaan intelektual Amerika," kata asisten jaksa agung untuk keamanan nasional, John Demers, seperti dilaporkan AFP, Rabu (13/11/2019).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
19 jam lalu

Viral, Influencer Cantik Ini Kena Tipu hingga Jadi Gelandangan di Kamboja

Internasional
2 hari lalu

Kecam Serangan AS ke Venezuela, China: Tak Satu Negara pun Boleh Jadi Polisi Dunia!

Destinasi
4 hari lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Internasional
4 hari lalu

Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal