Terbukti Curi Teknologi Baterai Perusahaan AS, Ilmuwan China Dihukum

Nathania Riris Michico
Ilustrasi bendera China dan AS.

Jaksa AS Trent Shores mengatakan, "Mata-mata industri seperti Hongjin Tan terlibat dalam spionase untuk mencuri rahasia dagang dan kekayaan intelektual Amerika."

"Agresi ekonomi China menjadi ancaman bagi industri teknologi tinggi Amerika yang baru muncul," ujar Shores.

Tan bekerja sebagai ilmuwan untuk perusahaan perminyakan AS sejak Juni 2017.

Departemen Kehakiman tidak menyebutkan nama perusahaan tempat Tan bekerja, tetapi halaman LinkedIn milik Hongjin Tan menyebut sang ilmuwan bekerja sebagai staf ilmuwan dengan tim teknologi di Phillips 66.

Dia sebelumnya bekerja sebagai asisten peneliti dan ilmuwan tamu di California Institute of Technology, tempatnya mendapatkan gelar doktor.

Menurut Departemen Kehakiman AS, hukuman akan dijatuhkan pada 12 Februari 2020. Namun departemen belum menyebut hukuman apa yang bakal dijatuhkan atas Tan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

China Klaim Latihan Perang Kepung Taiwan Sukses, Gagalkan Upaya Separatisme

Internasional
3 hari lalu

Trump Yakin Xi Jinping Tak Akan Serang Taiwan di Tengah Latihan Perang China

Mobil
3 hari lalu

Skema Subsidi Mobil di China 2026 Berubah, Mobil Murah Dapat Insentif Lebih Kecil

Internasional
4 hari lalu

Trump Tanggapi Santai Latihan Perang Besar-besaran China di Sekitar Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal