Jaksa AS Trent Shores mengatakan, "Mata-mata industri seperti Hongjin Tan terlibat dalam spionase untuk mencuri rahasia dagang dan kekayaan intelektual Amerika."
"Agresi ekonomi China menjadi ancaman bagi industri teknologi tinggi Amerika yang baru muncul," ujar Shores.
Tan bekerja sebagai ilmuwan untuk perusahaan perminyakan AS sejak Juni 2017.
Departemen Kehakiman tidak menyebutkan nama perusahaan tempat Tan bekerja, tetapi halaman LinkedIn milik Hongjin Tan menyebut sang ilmuwan bekerja sebagai staf ilmuwan dengan tim teknologi di Phillips 66.
Dia sebelumnya bekerja sebagai asisten peneliti dan ilmuwan tamu di California Institute of Technology, tempatnya mendapatkan gelar doktor.
Menurut Departemen Kehakiman AS, hukuman akan dijatuhkan pada 12 Februari 2020. Namun departemen belum menyebut hukuman apa yang bakal dijatuhkan atas Tan.