Publik Iran dihebohkan dengan rentetan suara persenjataan anti-serangan udara di fasilitas nuklir Beshehr (Foto: Twitter)
Anton Suhartono

DUBAI, iNews.id - Publik Iran dihebohkan dengan rentetan suara tembakan persenjataan anti-serangan udara dekat fasilitas pembanglit listrik tenaga nuklir di Beshehr, Senin (20/12/2021). Informasi ini beredar melalui media sosial setelah diposting oleh warga di sekitar lokasi.

Otoritas Iran kemudian mengonfirmasi bahwa penembakan persenjataan anti-serangan udara itu merupakan bagian dari latihan, tak ada penyerangan dari pihak mana pun.

Latihan yang digelar pada pukul 05.00 waktu setempat itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sistem pertahanan udara.

"Latihan ini berlangsung pada pukul 05.00 waktu setempat dengan persiapan penuh dan koordinasi dengan angkatan bersenjata," kata seorang pejabat pertahanan Iran, Mohammadtaqi Irani, kepada kantor berita Fars, seperti dilaporkan kembali Reuters.

Latihan ini berlangsung di tengah ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang mungkin dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kedua negara itu disebut-sebut sedang mempertimbangkan latihan bersama untuk menyerang fasilitas nuklir Iran jika kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tahun 2015 tak bisa dihidupkan kembali.

AS, di bawah pemerintahan Donald Trump, keluar dari kesepakatan itu pada 2018 disusul dengan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran yang memukul perekonomiannya.

Sementara itu Iran merespons dengan melanggar kesepakatan yang juga diteken bersama Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman itu, yakni dengan meningkatkan pengayaan uranium meskipun dalam tingkatan yang belum bisa memproduksi senjata nuklir.

Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS kembali dilanjutkan untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut bersama kekuatan lain.



Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT