Ternyata Warga Jepang Hobi Kembalikan Barang-Barang Hilang, Kecuali Payung

Nathania Riris Michico
Petugas dari Departemen Kepolisian Metropolitan, Tokyo, beroperasi di sebuah pos polisi kecil bernama koban. (FOTO: doc. Metropolitan Police Department, Tokyo)

Tamura menggambarkan konsep hito no me; atau 'mata masyarakat'. Bahkan tanpa kehadiran polisi, pencurian tidak akan terjadi karena ada hito no me.

Tetapi di tempat di mana tidak ada siapa pun yang menyaksikan, pencurian memang terjadi.

Dalam Shintoisme, segala sesuatu, dari batu hingga pohon, memiliki roh.

Sementara Shintoisme yang terorganisasi adalah praktik minoritas di Jepang, objek 'maha tahu' menembus budaya.

Di sinilah asal dugaan Behrens bahwa orang Jepang dimotivasi oleh "ketakutan"; jika Anda selalu diawasi dan watak alami Anda adalah memikirkan orang lain terlebih dahulu, wajar jika Anda rela repot-repot menyerahkan barang yang hilang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
4 hari lalu

KAI Segera Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, Atasi Kekurangan Kereta

6 hari lalu

Viral, Mantan PM Jepang Yoshihiko Noda Bagikan Selebaran Sendirian di Stasiun

9 hari lalu

Ini Rahasia Jepang Punya 100.000 Lebih Penduduk Berusia 100 Tahun ke Atas

9 hari lalu

Asian Games Kacau: Banyak Atlet Telantar di Bandara hingga Lagu Kebangsaan Salah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal