Lebih lanjut Karlin menambahkan, Timur Tengah akan tetap menjadi fokus Pentagon setelah perang panjang di Irak dan Afghanistan. Tanggung jawab global, lanjut dia, mengharuskan AS terus melakukan perubahan terhadap postur militernya di Timur Tengah.
"Kami punya kemampuan untuk mengerahkan pasukan dengan cepat ke kawasan (Timur Tengah) berdasarkan lingkungan yang terancam," tutur Karlin.
Sementara itu rincian lengkap peninjauan postur global pemerintahan Joe Biden awal tahun ini akan tetap dirahasiakan. Ini untuk menjaga keamanan strategi militer AS dari para pesaing.
Sementara itu seorang pejabat senior Pentagon yang meminta namanya tak disebutkan menegaskan tak ada perubahan radikal di masa awal pemerintahan Biden.
"Pada tahun pertama pemerintahan, ini bukan saatnya melakukan perubahan besar pada postur tingkat strategis kami," kata pejabat itu.
Namun, dia menilai beberapa peninjauan tetap diperlukan setelah pemerintahan Donald Trump mengubah komitmen AS secara tiba-tiba.
"Seringkali ada devaluasi masukan dan keterlibatan sekutu dan mitra yang mengikis kredibilitas AS dan kepercayaan yang sudah diperoleh dengan susah payah," kata pejabat itu, merujuk pada kebijakan Trump.