Trump mengklaim Iran telah menghubungi AS untuk melakukan pembicaraan selama akhir pekan lalu. Pembicaraan selanjutnya mungkin berlangsung sepanjang pekan ini melalui telepon, sementara pertemuan kedua pihak diharapkan segera berlangsung.
Dia juga mengatakan, AS sedang berurusan dengan seseorang di Iran yang paling dihormati, namun bukan dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
Laporan Al Jazeera mengungkap, Mesir dan Turki bertindak sebagai perantara dalam penyampaian pesan antara Iran dan AS, bertujuan untuk meredakan ketegangan.
Pertukaran komunikasi tidak langsung masih berlangsung. AS dilaporkan menolak dua syarat dari Iran untuk mengakhiri konflik, yakni menuntut ganti-rugi atas serangan terhadap Iran serta pengakuan agresi.
Laporan tersebut juga mengungkap, blokade total Selat Hormuz serta pemasangan ranjau laut masih dipertimbangkan.